Akuntansi Bisnis

2 Laporan Akuntansi Yang Harus Dikuasai Pebisnis

Pebisnis selalu bersentuhan dengan tiga hal utama, ide kreatif, manajemen dan keuangan. Ide kreatif jelas dibutuhkan untuk memperoleh alternatif dunia yang lebih baik, dunia yang memudahkan kehidupan manusia, sumber rejeki bagi pebisnis. Manajemen perlu dikuasai untuk mengatur keseluruhan proses dalam menjalankan bisnis. Sedangkan keuangan adalah darah dari setiap bisnis. Sebab tanpa uang yang mengalir, maka bisnis hanya tinggal nama.

Kali ini, perihal keuangan yang akan dibahas. Keuangan tentu dekat hubungannya dengan akuntansi, bidang yang secara khusus mencatat keuangan. Tak hanya mencatat, bahkan sampai perencanaan dan evaluasinya.

Demikian mendetail catatan akuntansi, sehingga dibutuhkan oleh setiap pebisnis. Tak hanya sekedar dibutuhkan, namun perlu untuk dikuasai. Apalagi jika bisnis yang dilakukan masih awal, tentu pengaturan keuangan menjadi tanggung jawab pebisnis juga. Sedangkan saat bisnis semakin besar dan ada pendelegasian tugas khusus kepada pegawai, maka sebagai pemilik bisnis bisa tetap menjalankan fungsi pengawasan.

Tak semua jenis laporan akuntansi harus dikuasai oleh pebisnis. Mengingat tak semuanya berasal dari bidang akuntansi. Namun setidaknya dua laporan berikut harus dikuasai oleh pebisnis, yaitu laporan arus kas dan laporan laba rugi.

  1. Laporan arus kas

Laporan arus kas berisi perjalanan kas selama satu periode. Bisa saja dibuat mingguan, bulanan atau tahunan. Umumnya akan dibuat per bulan dan per tahun. Dari laporan tersebut akan diketahui perjalanan uang kas masuk dan keluar dalam bisnis. Mulai dari kas untuk operasional, investasi dan pendanaan. Semua catatan penggunaan kas harus terlaporkan di sini.

Nanti pada bagian akhir laporan arus kas, ditampilkan posisi kas di awal periode dan pada akhir periode. Kas pada akhir periode menunjukkan adanya peningkatan atau penurunan kas. Dari pencatatan tersebut, maka pebisnis bisa menilai penggunaan kasnya. Untuk mempermudah membuat laporan arus kas, catatan mutasi bank akan sangat membantu.

2. Laporan Laba Rugi

Dalam laporan arus kas, posisi laba dan rugi sebenarnya sudah bisa dilihat. Cara mudahnya adalah dengan melihat bagian laporan arus kas untuk operasional. Akan tetapi tidak terperinci. Sehingga dibutuhkan laporan laba rugi.

Secara sederhana laporan laba rugi akan menampilkan pendapatan dan beban, selama satu periode akuntansi. Periode-nya sama dengan yang dengan laporan arus kas. Dari laporan ini, akan jelas terlihat saat bisnis memperoleh laba atau justru merugi.

Kini untuk memperoleh dua laporan tersebut lebih mudah untuk dilakukan. Salah satunya dengan menggunakan software akuntansi online. Program berbasis cloud tersebut akan membantu kerja akuntansi anda dengan lebih efektif.

Satu hal penting dari seorang pebisnis, adalah harus terus belajar banyak hal. Tak hanya perihal keuangan yang jelas dibutuhkan. Namun juga mengenai segala hal di sekitarnya, yang bisa jadi merupakan jalan untuk menemukan sebuah solusi. Bukankah sebuah solusi adalah rejeki bagi para pebisnis?

Author

ajengwind

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *