Ads Vs Community untuk Membangun Brand
Pernah nggak terbersit pertanyaan, ada nggak cara memenangkan pasar tanpa budget iklan besar-besaran?
Inti dari memenangkan pasar sendiri adalah bagaimana pelaku usaha dapat memperkenalkan produk/ jasanya kepada pasar dan diterima. Banyak faktor, utamanya tentu persepsi customer kepada produk itu sendiri. Cara untuk memperkenalkannya ada macam-macam, bisa lewat iklan berbayar seperti pada umumnya, atau secara organik yang memanfaatkan kekuatan word of mouth.
Setelah coba search google, brand besar apa saja yang melakukan marketing campaign tersebsar dari pelanggan.. beberapa diantaranya sebagai berikut:
ZARA, brand yang bahkan tidak pernah muncul iklan di TV ini menggunakan kekuatan word of mouth konsumen. Mereka memperkuat persepsi customer dengan memberikan informasi seberapa berkualitasnya bahan yang mereka pakai, desain yang tidak mudah ditiru, dan perputaran stock yang cepat. ZARA mengomunikasikan jika stock mereka terbatas dengan cara tidak pernah mengeluarkan desain-desain lama dan tiap dua minggu akan muncul desain baru. Kenapa bisa sangat cepat dalam dua minggu? Karena mereka memang tidak pernah mengikuti tren, mereka menciptakannya.
STARBUCKS, sama seperti ZARA saya belum pernah lihat iklannya juga di TV. Brand kopi ini melakukan pemasaran dengan campaign berskala besar. Mereka lebih suka membidik pasar kelas atas dengan selalu hadir ketika ada pesta, konser, atau go Green event. Sehingga akan ada kebanggaan tersendiri ketika beli kopi yang satu ini, karena branding sudah nempel jika ‘mahal’. Ketika tahun lalu tren kedai kopi menjamur dengan experience menuliskan nama mereka di cup kopi, tahun dua ribu starbucks sudah melakukannya.
XIAOMI, kalau bicara kualitas produk elektronik ini masih jauh dibanding Samsung, Sony, LG, atau Asus. Tapi Xiomi hadir dengan Limited stock (flash sale) seperti ZARA dan komunitasnya, Mi Fans. Komunitas ini diisi dengan kolaborasi, komunikasi dekat dengan konsumen, dan menciptakan ruang untuk bereksplorasi. Mengikut sertakan konsumen untuk promosi dapat membangun persepsi jika user merupakan bagian dari brand ini.
Komunitas sendiri bukan sekedar buat grup WA atau telegram lalu jadi komunitas. Komunitas di sini adalah bagaimana kita membangun vibes dari customer. Bisa dengan cara berbagi ilmu, membantu mereka berkembang, dan melibatkan dalam marketing movement.
Lalu, apakah iklan tidak penting?
Iklan tetap penting, sangat penting. Tapi untuk menciptakan membangun loyalitas, kita perlu membangun komunitas sehingga ada experience yang diperoleh dari sana. Tapi ini butuh waktu lama tentunya. Tugas owner dan tim adalah fokus pada value produk dan mengomunikasikannya sehingga akan muncul trust dari customer. Lalu membangun hubung yang dekat kepada mereka yang pernah menggunakan produk/ jasa kita sehingga loyalitas datang.
Faktanya, sebagian besar orang mengabaikan iklan dia sehingga pesannya nggak sampai ke customer. Mereka akan memutuskan membeli setelah mengenal brand kita. Jadi penting untuk customer tahu value kita apa, bentuk komunitas, dan kasih iklan-iklan disana, customer akan menyebarkan experience mereka.
Jadi, mulai sekarang ciptakanlah produk dengan value terbaik.
Referensi
IG: @fardiyandi